Perbedaan CPNS dan PPPK Mulai Dari Definisi Sampai Gaji

 


Pasti banyak nih temen-temen yang berminat menjadi abdi negara dengan mendaftar sebagai CPNS atau PPPK. Akhir-akhir ini selain CPNS ada juga PPPK yang cukup membuat temen-temen penasaran. Kalo CPNS temen-temen pastilah udah pada tau, tapi PPPK pasti masih banyak temen temen yang berlum tau apa itu PPPK. Nah jadi pada kesempatan kali ini admin bakal sedikit menjelaskan mengenai Perbedaan antara CPNS dan PPPK.

Hal ini menjadi pertanyaan, apalagi status bagi temen-temen yang nantinya lolos seleksi CPNS dan yang lolos seleksi PPPK. Emang bedanya CPNS dan PPPK apa? Seperti yang kiita tau bahwa kuota penerimaan CPNS dan PPPK dibuka hingga satu juta kuota atau lowongan formasi. Walaupun gaji sama tunjangan dari CPNS dan PPPK itu sama, ternyata CPNS dan PPPK adalah hal yang berbeda.


Perbedaan CPNS dan PPPK adalah sebagai berikut:

1. Definisi

CPNS itu singkatan dari Calon Pegawai Negeri Sipil yang bakal diangkat langsung jadi PNS atau Pegawai Negeri Sipil kalo para peserta CPNS lolos ujian seleksi dan telah melengkapi berkas persyaratan yang diminta.

Terus CPNS akan resmi menjadi Pegawai Negeri Sipil atau PNS dengan mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP).

Pegawai negeri sipil ini ya temen-temen bisa menduduki semua jabatan di Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan pendidikan yang dimiliki, selain itu PNS ini ada jenjang karirnya, bahkan bisa menjadi pimpinan utama di suatu instansi.

Sedangkan pengertian PPPK adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.


2. Status

Setelah CPNS lolos seleksi dan mendapatkan NIP, maka peserta yang lolos ini menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan berstatus pegawai tetap.

Sedangkan PPPK yang telah dinyatakan lolos seleksi dan dinyatakan memenuhi persyaratan tertentu akan langsung diangkat, tapi berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS)  pegawai kontrak untuk jangka waktu tertentu, dengan kontrak minimal 1 tahun dan dapat diperpanjang hingga maksimal 30 tahun.


3. Rekrutmen

Meski jadwal penerimaannya sama tahapan PPPK dan CPNS itu beda.

Rekrutmen PNS dilakukan setahun sekali secara nasional dan serentak dengan melalui tahapan seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar dan seleksi kompetensi bidang. Sedangkan PPPK itu alurnya peserta yang lulus tahap pertama, tidak perlu mengikuti seleksi tahap kedua atau ketiga. Tahap pertama PPPK dibuka khusus untuk guru honorer yang tercatat di database THK2 BKN dan tercatat di DAPODIK. Jika peserta PPPK yang tidak lulus di tahap pertama, bisa mengikuti seleksi di tahap 2. Jika belum lulus di tahap kedua, peserta bisa mengikuti seleksi tahap 3. Seleksi tahap 2 PPPK Guru 2021 bakal dicampur atau dibuka juga untuk peserta dari PPG yang sudah memiliki setifikasi termasuk guru swasta.


4. Batas usia pengangkatan

Untuk batas usia, PNS memiliki batas usia maksimal 35 tahun. Kalo PPPK ini tidak mengatur batasan umur berapa-berapanya, tapi 1 tahun sebelum batas usia tertentu pada jabatan yang akan dilamar.


5. Gaji

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2020 kemarin, disana mengatur berapa jumlah gaji dan tunjangan PPPK yang sama dengan PNS, baik yang ada di instansi pemerintah pusat maupun mereka yang ada di daerah.

Besarannya juga berdasarkan golongan, gaji terendah adalah gaji golongan I a sebesar Rp 1.747.900 sedangkan gaji tertinggi yaitu golongan IV e sebesar Rp 6.786.500.

Selain itu, dalam Perpres ini juga mengatur bahwa PPPK berhak menerima kenaikan gaji secara berkala dan khusus.

Aturannya, PPPK berhak menaikkan gaji secara berkala, sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat 4 tentang teknis kenaikan gaji yang telah diatur melalui PermenPAN-RB.


6. Dana Pensiun

CPNS yang telah diangkat menjadi PNS nantinya berhak mendapatkan dana pensiun. Hal ini didasari oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, PNS berhak atas gaji, tunjangan, fasilitas, cuti, jaminan pensiun, manfaat pensiun, perlindungan dan pengembangan kompetensi. Sedangkan, PPPK yang diangkat menjadi PNS tidak berhak mendapat pensiun seperti PNS, hal tersebut disebabkan karena mereka terikat kontrak kerja bukan pegawai tetap.


7. Hak Jabatan

Sebelum nantinya bisa menduduki jabatan tinggi, para PNS harus memulai karirnya dari bawah. Namun bagi PPPK, mereka bisa langsung mendapatkan posisi tertinggi dengan cara lelang jabatan atau penunjukan langsung.

Komentar